Monday, November 1, 2021

Tips Merancang Strategi Dasar Media

“Media adalah pesan” tulis Marshall McLuhan dalam bukunya Understanding Media: The Extensions of Man.

Media memainkan peran penting dalam periklanan. Media yang tepat dapat menyampaikan pesan ke audiens target Anda dengan lancar dan media yang salah dapat membuat kampanye Anda gagal. Saat

ini inovasi-inovasi di media sedang menarik perhatian konsumen dimana konsep dasarnya adalah berlaku adil terhadap produk dan konsepnya.

Bagaimana memilih media yang tepat?

Saat Anda duduk menyusun strategi media, tanyakan pada diri Anda pertanyaan kunci berikut:
• Apakah produk untuk massa?
• Apa jangkauan media yang Anda pilih?
• Apakah anggaran Anda memungkinkan inovasi?

Alih-alih secara membabi buta mengusulkan campuran media yang terdiri dari cetak, elektronik dan OOH; lebih baik menambahkan beberapa pemikiran atau strategi yang bermuara pada mengapa Anda memilih media tertentu dan apa manfaatnya bagi konsumen akhir. Idealnya, berikan manfaat dan alasan untuk mendukung klaim Anda.

Apa 'strategi' dalam strategi media?

Secara garis besar, rute jalur media strategis terdiri dari empat poin mendasar:
1. Evaluasi
2. Keterlibatan
3. Kesadaran
4. Orientasi Respon

Dari semua ini, evaluasi dan keterlibatan adalah yang paling sulit karena setiap produk atau layanan membutuhkan media yang berbeda. Misalnya, klien ritel dapat membelanjakan lebih banyak BTL atau Media informasi terupdate layanan di bawah garis, namun setiap klien ritel dapat memiliki anggaran yang berbeda. Jadi untuk klien A surat kabar bisa menjadi pilihan terbaik untuk iklan topikal sedangkan klien B hanya bisa mengandalkan layanan BTL untuk menjual produknya.

Apa tujuan dari strategi media?
• Membangun Kesadaran Merek
• Melibatkan Pemirsa Sasaran
• Memelihara Etika Merek
• Penyebaran Informasi
• Menjembatani Kesenjangan antara Nilai Merek Inti dan Pelanggan Sasaran

Khusus untuk klien pemerintah atau PSU (Public Sector Units), optimalisasi media harus mencakup dua tujuan mendasar klien, yaitu:
• Better Reach dan
• Higher Impact

Apa itu media vertikal?

Ada berbagai vertikal media yang memetakan jalur komprehensif untuk campuran media:
• Cetak - Koran dan majalah
• Produksi Cetak - Jaminan seperti selebaran, brosur, selebaran, dll.
• OOH (Di Luar Rumah) - Penimbunan, halte bus, panel metro , in-venue branding, dll.
• Media Elektronik - Radio, TV, dan Internet
• Media Sosial - Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest, Tumbler, dll.
• Humas - Konferensi, Seminar, Makan Siang, dll.
• Promosi - Kontes, gratis hadiah, dll.
• Sponsor - Acara, acara branding mal, program radio atau TV spot, dll.
• Komunikasi Internal - Sering dikesampingkan, karyawan juga menjadi target audiens. Mereka adalah wajah perusahaan yang sehari-hari berinteraksi dengan konsumen. Mousepad, alat tulis, emailer, dll. adalah bagian dari media intra-perusahaan.

Apakah strategi media hanya tentang memilih media yang berbeda?

Tidak. Strategi juga mencakup bagian-bagian berikut:
• Pembelian Media
• Perencanaan Media
• Membeli Ruang Media yang Terbaik dan Paling Hemat Biaya
• Analisis dan Wawasan
• Perencanaan Media Terpadu

Apa saja poin penting yang harus dicantumkan dalam catatan atau makalah strategi media?

Ringkasnya, inti yang mendefinisikan peran media atau 'strategi' dalam strategi media adalah:

• Untuk memahami lingkungan bisnis di mana merek beroperasi.

• Untuk memetakan strategi media yang komprehensif dengan menggunakan berbagai saluran pembelian media berdasarkan pemahaman di atas untuk memaksimalkan jangkauan.

• Meninjau keefektifan kampanye media dan mengadopsi skenario pasar yang berubah ke dalam komunikasi.

• Untuk memberikan umpan balik dan masukan yang tepat waktu dan teratur kepada organisasi untuk membuat kampanye lebih baik dan lebih kuat.

• Memastikan kampanye media tetap sesuai anggaran dan menguntungkan organisasi.

No comments:

Post a Comment