Digital Marketing Era Pandemi
Apa itu digital marketing?
Rininta memulai dengan membicarakan tentang arti berasal dari digital marketing. Digital marketing adalah promosi yang ditunaikan secara online melalui gadget.
Empat poin penting marketing
Ia mengatakan tentang empat poin penting berasal dari marketing, yaitu consistency, creativity, clarity, dan customer.
Consistency, yaitu tentang visi. “Teman-teman cobalah mengingat ulang produk/jasa yang kalian bikin itu apa sih visinya,” ujarnya. Visi itu bakal membuat bisnis kami lebih terarah.
Creativity, yaitu tentang melakukan suatu hal sehingga orang lain memahami bisnis kita. “Apa sih yang kami melakukan sehingga orang itu memahami kecuali kami ada? Itu penting sekali,” ucapnya. Jadi berbisnis bukan sekadar membuat produk, membuat tempat sosial, foto-foto cantik, lantas diposting. “Orang ga bakal memahami kami ada, guys. Gimana sehingga orang memahami kecuali kami ada?” lanjutnya. Oleh gara-gara itu, kami wajib melakukan kreativitas, misalnya mengirim product ke teman-teman atau influencer yang tepat cocok target pasar dan menghendaki dukungan mereka untuk memposting atau mempromosikan product kita. Setidaknya langkah seperti itu mampu mengenalkan product kami secara lebih luas Jasa digital marketing dan data analytics .
Clarity, yaitu pesan yang mengidamkan disampaikan berasal dari product kita. Jadi, dengan menyampaikan pesan berasal dari product secara memahami bakal memudahkan didalam membuat konten digital, campaign, kolaborasi, dan lainnya.
Customer, yaitu fokus kepada kebutuhan pelanggan. Kita wajib membuat pelanggan jadi bahagia dan tetap butuh product kita.
Empat pilar marketing
Rininta mengingatkan ulang tentang empat pilar marketing, yaitu Google, social media, SEO, dan offline. “Alasan offline tetap aku masukkan gara-gara menurut buku Pak Hermawa Kertajaya bahwa omni marketing itu tetap wajib kami lakukan,” jelasnya. Omni marketing adalah siasat marketing lintas platform pada online dan offline.
Apa sih siasat digital paling baik di masa pandemi ini?
Sudah hampir dua tahun kami berkutat dengan pandemi. Co-Founder My Heartbeat ini termasuk bakal membagikan pengalamannya didalam melakukan siasat digital marketing masa pandemi pada bisnisnya. Timnya membuat campaign tentang “You Stay Safe at Home, We Deliver the Goodness” lantas sedia kan paket langganan isoman sehat. Kita wajib mampu beradaptasi dengan keadaan sekarang dengan menyesuaikan kebutuhan pelanggan.
Digital marketing trends 2021, yaitu adoption of AI/ML technologies, core website vitals update by Google, emphasis on local, focus on intent, mobile friendliness, dan supporting covid/green initiatives. Contoh berasal dari penerapan teknologi, seperti chatbot, auto content generator, programmatic advertising, dan analytics. Para UMKM atau product lokal telah mengoptimalkan penggunaan Google My Business dan makin banyak kompetitor didalam berbisnis. Konsumen termasuk telah lebih menopang bisnis kecil. “Di masa pandemi ini, kolaborasi itu benar-benar ditekankan dan sesungguhnya penting,” tuturnya. Kita termasuk wajib membangun website yang user friendly sehingga memudahkan pelanggan.
Ia termasuk menyampaikan fakta bahwa pandemi telah menaikkan pengguanan tempat sosial secara global. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 8 jam waktunya di tiap tiap hari cuma untuk bermain gadget. “Itu benar-benar gila, tetapi mampu menjadi peluang besar untuk bisnis kita,” pungkasnya.